yoyoi

yoyoi

Tridec

Asal mula Tridec terbentuk adalah VIRC ( Valdo IT Rider Community )

Tridec

Road to Ujung Genteng 2011

Tridec

Road to Cibodas 13-15-2012

Tridec

Road to Cibodas 13-15-2012

Tridec

First anniversary TRIDEC @ Ancol Beach

Tridec

First anniversary TRIDEC @ Ancol Beach

Tridec

Tridec Road to Cipanas 28-29 Juni 2013

Tridec

2nd anniversary TRIDEC 2013

Tridec

2nd anniversary TRIDEC 2013 @ Carita beach

Selamat datang di Blog TRIDEC | Welcome to Blog TRIDEC Teknologi Informasi Riders - Community - jangan lupa Tinggalkan Komentar anda :)c
Showing posts with label Touring. Show all posts
Showing posts with label Touring. Show all posts

BOGOR BIKE WEEK 2015

Bogor Bike Week 2015  adalah event yang diadakan 2 tahun sekali di kota bogor yang didukung oleh HDCI sebagai panitia acara...   ditunggu event event berikutnya yang bisa menyatukan semangat Brotherhood....



.




3rd Anniversary TRIDEC 2014

dears

untuk menyambut hari jadi Tridec yang ke 3 , kali ini kita adakan Touring ke Lembang Jawa barat.
untuk tanggal keberangkatan adalah sbb:

05-07 December 2014
start from Check Point Raden Saleh : 10:00 PM ( 05 dec 2014 )

Untuk biaya biaya yang harus dibayar akan diumumkan pada kopdar hari ini 07 November 2014

untuk mempermudah pendataan kali ini kita pakai sistem pendaftaran online yang akan diteruskan datanya ke bagian administrasi dan pendataan peserta touring



Rider Risk : Grup Riding, Cornering, Crash First Aid, Classic Crash Scenario

Hi Broo ..kita  mau berbagi sedikit informasi tentang sfety riding kali  ini ada sumber lain dari Rider Risk yang diupload di YouTube, cukup informatiflah, ga rugi lah didownload video ini :D

Grup Riding
penekanan memang di penguasaan kendaraan, medan jalan serta situasi lalu lintas


Cornering
cornering disini bukan seperti cornering yang spt lagi ngetren disini sampai dengkul nyentuh aspal, tapi cornering yang lebih kesisi bagaimana menaklukkan tikungan secara aman


Crash First Aid
disini divisualisasikan contoh untuk pengamanan pertama pada rekan kita dalam kecelakaan bermotor, meski kayanya klo diterapin disini ada beberapa hal yang mungkin ga pas, tapi its ok sbg tambahan pengetahuan saja :D



Classic Crash Scenario
ini merupukan kumpulan visualisasi dari beberapa penyebab terjadi kecelakaan dijalan, seperti tidak mengurangi kecepatan dipersimpangan dll


many thanks to RiderRisk team for sharing this video :D  Salam Tridec

sumur


Next Trip 2014

[ UPDATE ]
Hallo bro ....buat lo yang udah gatel tangannya untuk ngebejek gass lagi bro  ini next trip kita di tahun 2014..
Pasir Putih Lampung..... :D  kuar pulau dikit bro..



Jarak Tempuh...



Trip Insya allah akan Dilaksanakan antara Akhir mei atau Awal Juni sebelum bulan Ramadhan yang akan jatuh pada akhir Juni 2014 

Salam Lemper

KOPDAR R.S 12-04-2013


Bray,,,,  ini ada sedikit info kopdar yg berlangsung Jumat kemarin..  ( 12-04-2013 )


  1. Pemutihan kas TRIDEC th 2011-2012 ( semua sudah dianggap lunas )  ^_^ 
  2. Kas TRIDEC th 2013 mulai di jalankan lagi per Januari 2013. jadi yang merasa belum membayar uang Kas silahkan menghubungi Vera..
  3. Pembayaran / Akomodasi touring Rp150.000. Pembayaran dapat diangsur melalui FIF, ADIRA & WOM Finance..wkwwkwkwwkk....  Cicil aja melalui Beni Finance hahaha.. palinglambat buln Juni ya...
  4. Belum di Tetapkan Tanggal Keberangkatan Touring ,, di perkirakan Kita berangkat pada akhir Juni / awal Juli
  5. Sudah Ditetapkan untuk Panitia Touring Jati Luhur

NoNamaJabatan
1Ahmad satriaKetua
2IrvanWakil Ketua
3ReskiWakil Ketua 1
4MuklisHumas
5RidwanHumas
6EkaHumas
7AdriHumas
8BoimKonsumsi
9JohnKonsumsi
10KaharAcara
11UnasAcara
12EkoAcara
13AkriAcara
14BejoAcara
15ArdiAcara
16MaheDokumentasi
17RintoDokumentasi
18AntoDokumentasi
19BeniBendahara
20InungBendahara
21ShintaBendahara

Untuk Kopdar Berikutnya Adalah tanggal 03-05-2013 diharapkan agar semua Anggota yang kemarin berhalangan hadir dapat Hadir tepat waktu

Thanks

salam TRIDEC


S.O.P Safety Convoy & Touring


S.O.P Safety Convoy & Touring

TUJUAN, Menjamin agar perjalanan mengendarai sepeda motor secara bersama – sama, dapat berlangsung dengan selamat, tertib, dan aman.

RUANG LINGKUP, Prosedur ini berlaku untuk semua anggota TRIDEC yang melakukan perjalanan bersama dengan jumlah sepeda motor lebih dari 5 ( Motor ) unit dan dalam 1 group.

 
DEFINISI, yang dimaksud dengan :
1.   Road Kapten adalah pengendara sepeda motor yang memimpin perjalanan touring.
2.   Vorijder adalah pengendara sepeda motor yang memimpin barisan konvoi.
3.   Safety Officer adalah peserta touring yang ditunjuk oleh RC (Road Kapten) untuk mengamankan jalur atau jalan yang akan dilalui oleh peserta konvoi.
4.   Sweaper adalah peserta touring yang ditunjuk, untuk mengawasi dan mengamankan posisi peserta touring selama perjalanan.
5.   Technical Officer adalah peserta touring yang di tunjuk oleh RC sebagai petugas yang mengkoordinir bantuan teknis terhadap kerusakan teknis kendaraan peserta touring.
6.   Formasi adalah bentuk susunan pengendara sepeda motor dalam barisan selama perjalanan touring.

KETENTUAN UMUM, antara lain:
1.   Setiap pelaksanaan touring harus dipimpin oleh seorang RC dan setidak tidaknya dibantu oleh 1 (satu) orang Vorijder, 2 (dua) orang Safety Officer, 2 orang Sweaper, 1 orang Technical Officer.
 
2.   Road Kapten adalah pimpinan tertinggi dalam satu group pengendara sepeda motor yang melaksanakan touring.
 
3.   Semua peserta touring tanpa terkecuali harus mentaati etika touring sebagai berikut:
  • Datang dan berangkat tepat pada waktu yang telah ditentukan.
  • Mematuhi peraturan lalu lintas (dilarang keras menerobos lampu merah berhenti sembarangan, dll.)
  • Dilarang keras mengintimidasi pengguna jalan lain (memukul, menendang, melukai, meludahi, atau  bentuk2 arogansi lainnya)
  • Tidak saling mendahului atau berebut jalan.
  • Tidak melakukan manuver2 atau atraksi2 berbahaya saat touring berlangsung (lepas tangan, angkat ban, zig –zag, memainkan kenalpot berlebihan, dan aksi2 yang lainnya yang bisa membahayakan pengguna jalan lain dan anggota rombongan TRIDEC).
  • Memberikan kesempatan kepada pengendara lain yang secara terpaksa karena kondisi lalu lintas harus masuk dalam barisan konvoi.
  • Tidak menggunakan Sirine dan Klakson secara berlebihan terutama pada saat kondisi macet, kecuali untuk kondisi Emergency. (Sirine boleh di gunakan, jika menggunakan pengawalan Kepolisian, Surat Kepolisian, Menyalip Truck dan sejenisnya, Memberikan isyarat Touring dimulai atau memang dalam keadaan darurat).
  • Memberikan salam penghormatan dangan mengancungkan ibu jari kanan atau kiri atau membunyikan klakson 1 kali kepada polisi yang berugas di jalanan.
  • Kecepatan berkendara disesuaikan dengan kondisi jalan (batas maksimal 80 Km/jam, untuk luar kota, dalam kota 60 Km/jam).
  • Konvoi selalu diusahakan berada di jalur Kiri.(Dalam kondisi - kondisi tertentu, boleh menggunakan jalur kanan, dengan memperhatikan kondisi sekitarnya).
  • Memberikan isyarat Sopan saat meminta jalan kepada pengguna jalanlainnya, dan mengucapkan terima kasih dengan mengacungkan Ibu jari kanan atau kiri.
  • Waspada dan tetap konsentrasi selama berkendara.
  • Tidak Egois, pemaaf dan empaty (mengalah) terhadap pengendara lain (pengguna jalan).
  • Selalu menerapkan tata cara berkendara yang aman dan benar.
  • Dapat mempertahankan suasana hati yang Positif.
  • Selalu tenang dan tidak terpengaruh atas Provokasi dari pengendara lain.
  • Dapat mengontrol Emosi yang berubah ubah.
     
4.   Semua peserta touring tanpa terkecuali harus melengkapi kendaraannya minimal dengan kondisi sebagai berikut :
  • Kaca Spion harus lengkap serta berfungsi dengan baik.
  • Seluruh lampu harus berfungsi dengan baik, Ban kendaraan dalam kondisi layak jalan.
  • Rem depan dan belakang berfungsi dengan baik.
  • Klakson dan Reting (kanan dan kiri) berfungsi dengan baik.
  • Memiliki dan membawa surat2 kendaraan serta pengenal diri (STNK, SIM C, KTP).
  • Tools Kit standard tersedia.
  • Oli, Minyak Rem, Kampas Rem, dalam kondisi layak pakai.
  • Bahan Bakar Full.
     
5.   Semua peserta touring tanpa terkecuali harus dalam Kondisi Prima, tidak dalam pengaruh Obat2an dan Alkohol, Serta melengkapi diri minimal dengan kondisi sebagai berikut:
  • Menggunakan Helm Full Face atau Half Face, dengan kondisi yang layak pakai. (Dilarang menggunakan Helm Topi atau Cetok, atau tidak menggunakan helm sama sekali).
  • Menggunakan sarung tangan.
  • Menggunakan sepatu safety.
  • Memakai Body Protector, minimal Jaket tebal.
  • Membawa Jas Hujan.
  • Membawa perlengkapan P3K dan Obat2 kesehatan untuk keperluan Pribadi.
     
6.   Perlengkapan standard petugas touring adalah :
  • Rompi Spotlights (Warna Cerah atau memantul).
  • Sirine atau Klakson khusus.
  • Lampu rotator Warna kuning. (Jika ada)
  • Strobo.
  • RF Communicator.
  • Safety Flash Light.
     
7.   Urutan penempatan peserta Touring didalam Formasi didasarkan pada tingkat pengalaman mengikuti Touring, yang belum berpengalaman harus di tempatkan sedekat mungkin dengan Vorijder, demikian seterusnya.

Tanggung Jawab dan Wewenang

Road Kapten,
  • Membawahi Vorijder, Safety Officer, Sweaper dan Technical Officer.
  • Bertanggung jawab untuk membawa peserta touring ketujuan dengan selamat dan aman, di Bantu oleh petugas touring.
  • Membatalkan perjalanan atas dasar pertimbangan keselamatan dan keamanan perjalanan.
  • Atas dasar keselamatan dan keamanan, berhak menolak seorang anggota menjadi peserta Touring.
  • Menyusun rencana Route perjalanan, lama perjalanan, menentukan tempat penghentian sementara, peserta touring, petugas touring dan potensi bahaya.
  • Menyampaikan rencana Route perjalanan, lama perjalanan, menentukan tempat penghentian sementara, peserta touring, petugas touring dan potensi bahaya, kepada para peserta Touring.
  • Melaksanakan pemeriksaan kelayakan kondisi kendaraan para peserta Touring.
  • Memberikan isyarat dimulainya Touring.
  • Mengendalikan perjalanan Touring melalui isyarat Radio Komunikasi.
  • Menolak hubungan Radio yang di anggap tidak perlu.
  • Memberikan laporan perjalanan touring kepada Ketua TRIDEC Chapter dan Kepala Divisi Touring TRIDEC  .
  • Dapat diwakilkan oleh peserta lain yang di tunjuk oleh RC. (Jika dalam kondisi kurang Prima, sakit, dan hal2 yang tidak di inginkan).

Vorijder,
  • Mengikuti intruksi Kapten.
  • Bertanggung jawab kepada Kapten.
  • Membawahi SafetyOfficer dan Sweaper.
  • Mengatur kecepatan dan arah perjalanan.
  • Mengatur formasi konvoi dengan memberikan isyarat Tangan atau RadioCm.
  • Meminta bantuan Safety Officer untuk melihat dan mengamankan kondisi lalulintas yang akan dilalui.

Safety Officer,
  • Bertanggung jawab kepada Road Kapten.
  • Memperhatikan kondisi lalu lintas serta kendaraan – kendaraan yanglain dan kemudian memberitahu Kapten, Vooridjer dan peserta Touring melalui Radio atau gerakan tangan tentang kemungkinan yang membahayakan dari bagian depan dan belakang konvoi, seperti misalnya kendaraan yang akan menyerobot jalur peserta konvoi dan truck yang akan menyalip serta bahaya terpaan angin yang di timbulkan.
  • Mengawasi jalur yang menyempit dan masuk ke jalur yang menyempit tersebut untuk ”menutup pintu” bagi kendaraan lain yang akanberbaur ke dalam Formasi.
  • Berganti atau pindah jalur sebelum peserta touring, untuk menyarankan jalur sehingga peserta toring dapat memasuki jalur perjalanan dengan aman.

Sweaper,
  • Bertanggung jawab kepada Kapten.
  • Memastikan peserta Touring tetap dalam Formasi barisan Konvoi.
  • Mengawasi Formasi dan memberitahu Kapten masalah yang mungkin terjadi pada Konvoi.
  • Mengatur Formasi agar tetap sesuai yang diinginkan Vooridjer.
  • Mengatur jarak antar peserta touring, sehingga Formasi touring tetap sebagai satu kesatuan barisan.
  • Memberikan bantuan / tanggapan atas kondisi emergency yang dialami oleh peserta Touring.
  • Mengingatkan peserta Touring bila melakukan pelanggaran Etika selama Touring.
  • Menanggapi tindakan provokatif yang mengganggu peserta Touring dari kendaraan lain, dan melaporkan setiap perkembangan situasinya kepada Kapten melalui radio atau aba2 tangan.

Tecnical Officer,
  • Bertanggung jawab kepada Kapten.
  • Mengkoordinir tersedianya bantuan teknis, baik berupa spare part maupun tenaga trampil.
  • Memberikan bantuan teknis terhadap terhadap kerusakanteknis yang di alami peserta touring, dan memberikan saran kepada Kapten apakah perjalanan Touring tetap diteruskan atau ditunda maupun di hentikan.

 Peserta Touring,
  • Mengetahui rute Touring, lama perjalanan dan tempat pemberhentian sementara.
  • Mengikui intruksi Vorijder dan sweaper, yang diberikan melalui isyarat Tangan, Kaki atau lingkungan sekitarnya yang dapat mengakibatkan terganggunya Touring.

FORMASI DAN ISYARAT
 
1.   Formasi 1
  • Formasi 1 adalah berbaris 1 kebelakang, yaitu peserta Konvoi berbaris 1 dari mulai terdepa (Vorijder) sampai ke belakang (Sweaper).
  • Isyarat yang digunakan untuk Formasi ini diberikan oleh Vorijder dengan mengangkat satu jari telunjuk tangan.
  • Isyarat ini harus di ikuti oleh peserta Touring.

2.   Formasi 2
  • Formasi 2 adalah berbaris 2 kebelakang, yaitu dimana peserta berbaris masing –masing 2 dari mulai barisan terdepan hingga ke belakang (Sweaper). Bila jumlah peserta ganjil, Sweaper atau petugas palingbelakang berada di tengah.
  • Isyarat yang digunakan untuk Formasi ini diberikan oleh Vorijder dengan mengangkat dua jari tangan.
  • Isyarat ini harus di ikuti oleh peserta Touring.

3.   Isyarat dimulainya Touring
  • Mengancungkan ibu jari, berarti kondisi motor dan pengendara siap untuk memulai Touring.
  • Isyarat ini diawali oleh Vorijder, kemudian diikuti oleh seluruh peserta touring untuk menyatakandirinya siap memulai Touring.
  • Kondisi siap berangka adalah, perlengkapan pengendara telah selesai dipakai (sarung tangan, helm, dll) mesin motor telah hidup, lampu depan telah hidup, lampu Hazard atau lampu sign kanan telah menyala.
  • Kapten melakukan Inspeksi hingga kebelakang barisan untuk memastikan semua peserta telah memberikan tanda siap (mengancungkan ibu jari).
  • Setelah memastikan peserta siap, jumlah peserta sesuai rencana, urutan peserta telah sesuai dan petugas Touring telah siap, maka Kapten kembali keposisinya kemudian memberikan isyarat keberangkatan kepada Vorijder dengan tanda mengancungkan ibu jari tangan.
  • Vorijder menyalakan Sirene atau Klakson sebagai tanda dimulainya Touring.

4.   Isyarat Selama Touring
  • Angkat tangan tegak lurus dengan jari – jari tangan terlihat (tidak mengepal), isyarat ini untuk tanda bahwa kondisi kendaraan atau pengendara mengalami gangguan. Isyarat ini terus disampaikan atau diacungkan hingga Petugas Touring mendekat. Isyarat ini tidak perlu di ikuti oleh peserta touring lainnya.
  • Angkat tangan tegak lurus dan melambai – lambai perpisahan, isyarat ini untuk tanda bahwa pengendara tersebut meninggalkan barisan. Isyarat ini tidak perlu diikuti oleh peserta lainnya. Cukup mengklakson 1 kali.
  • Mengarahkan Tangan ke arah Kanan atau Kiri, adalah tanda bahwa Konvoi berbelok ke arah Kanan atau Kiri. Isyarat ini disampaikan oleh Vorijder, dan diikuti oleh peserta Touring.
  • Mengangkat tangan dan mengayunkan ke arah depan, adalah tanda bahwa Konvoi bergerak lurus. Isyarat ini disampaikan oleh Vorijder, dan harus diikuti oleh semua peserta Touring.
  • Mengangkat telunjuk keatas dan memutar membentuk putaran, adalah tanda bahwa Konvoi berputar (U – Turn). Isyarat ini disampaikan oleh Vorijder, dan harus diikuti oleh peserta Touring.
  • Mengayunkan tangan ke arah bawah, adalah tanda unuk memperlambat kecepatan dan berhati – hati. Isyarat ini disampaikan oleh Vorijder, Safety Office serta Sweaper dan harus diikuti oleh peserta Touring.
  • Mengangkat tangan sambil mengepalkan jari tangan, adalah tanda untuk berhenti. Isyarat ini disampaikan oleh Vorijder, Safety Officer, Sweaper dan diikuti oleh semua peserta Touring.
  • Menurunkan tangan dan mengayunkan ke arah depan, adalah tanda agar mempercepat kendaraan. Isyarat ini disampaikan oleh Sweaper, dan tidak perlu diikuti oleh para peserta Touring.
  • Menurunkan Kaki Kiri atau Kanan, adalah isyarat adanya Hambatan atau Halangan di sisi Kiri atau di sisi Kanan. Seperti : Lubang, Jalan Rusak, Pembatas Jalan yang membahayakan dll. Isyarat ini diawali oleh Vorijder dan di ikuti oleh para peserta Touring.(Dilarang memberi tanda ke arah Pengguna jalan lain yang berada di jalur kanan lalu lintas).
  • Menurunkan kedua Kaki Kiri dan Kanan adalah isyarat adanya Hambatan atau Halangan. Seperti : Lubang, Jalan Rusak, Polisi Tidur, Perbatasan Jembatan, Rel Kereta Api, dll.
  • Mengangkat telunjuk dan menggerakkan seperti memotong leher, adalah tanda untuk para peserta mematikan mesin, tanda ini di sampaikan oleh Kapten dan di ikuti oleh peserta Touring.
  • Memberi Isyarat seperti menembak, adalah tanda agar Merapihkan Kendaraan,Isyarat ini disampaikan oleh Kapten.
  • Megancungkan jempol adalah isyarat penghormatan, Isyarat ini diawali oleh Vorijder dan diikuti oleh semua peserta Touring.
  • Jika melewati kendaraan lain, seperti Mobil, Motor ataupun Pejalan Kaki, jangan sampai menyentuh, dan hanya memberi isyarat tangan menyuruh minggir, dan meberi tanda jempol untuk Penghormatan.
  • Tangan Kanan atau Kiri menunjuk ke arah Kuping, adalah tanda untuk mematikan Sirine atau Klakson.
  • Memberi Isyarat seperti menunjuk kebawah mengunakan jempol diatas helm atau ke Tangki Motor, adalah tanda untuk mengisi BBM, Isyarat ini di lakukan oleh peserta Touring yang telah kehabisan BBM, dan tidak perlu diikuti peserta Touring. (Jika salah satu anggota Touring melakukan isyarat ini, Sweaper harus mendekati Peserta tersebut, dan memberikan berita Ke Vorijder.)

PERHATIAN !!! Pemberian isyarat, harus memperhatikan keselamatan diri sendiri, peserta Touring atau Konvoi dan Pengguna Jalan Lainya, sehingga tidak terjadi kecelakaan dikarenakan usaha menyampaikan Isyarat.

NB: Prosedur ini telah lulus tahap uji, dan di wajibkan oleh para anggota untuk mematuhinya dan melaksanakannya. Setiap kelalaian para petugas, akan di pantau oleh Pesertadan melaporkan ke Petugas Kapten, dan di lanjutkan dengan disidang dalam rapat pengurus, bukan dari para Peserta. Kepada petugas Sweaper, jika anda tertinggal, mohon dengan sangat, jangan panik, dan berkonsentrasilah diperjalanan, karena berbahaya bagi keselamatan Anda dan Orang lain.

PENTING !!! Keselamatan anda ada ditangan anda Sendiri, dan kesalamatan Peserta, ada pada cara anda membawa diri di Perjalanan. Salam TRIDEC....


KOPDAR MONAS 22-03-2013



haloo broo  kalo Lo mau Tai... TRIDEC KopDar  di Silang Monas  kemarin malam sabtu tanggal 22 maret... untuk seputar info apa saja yang dibahas  marii  cekedoott......

kali ini kita ngebahas seputar
  • Tertundanya Touring yang sebelumnya direncanakan pada tanggal 29 - 31 maret ini, 
  • Tridec akan melakukan Poling pendapat teman teman tentang Touring 
  • Tridec akan melakukan baksos...
  • Pengumpulan uang kas yang sudah dilakukan secara ONLINE / TRANSFER  hahaha.., 
  • Mengenalkan beberapa anggota baru TRIDEC   
  • Acara Doa bersama untuk sahabat, dan Saudara kita yang sedang mengalami Musibah
  • Sesi Foto Bersama  wkwkwk
Semoga Teman teman yang kemarin berhalangan hadir bisa menyempatkan untuk berkumpul bersama di lain waktu untuk sekedar berbagi suka dan duka kepada teman teman lain.... tanpa Paksaan tentunya hahaaha....

untuk teman teman yang merasa belum melengkapi data data anggota  bisa langsung
KLIK DISINI atau KLIK DISONO
haha  sama saja...


 thanks....

TRIDEC

TRIDEC TO JATILUHUR

Tidak Terasa sudah mau Touring Lagi..... heheehe.....  :) Kali ini kita merencanakan perjalan ke Waduk Jatiluhur , Jawa Barat....



jarak yang akan di tempuh kira kira 121 KM  atau sekitar 3-4 jam perjalanan
berikut peta petunjuk arah yang di dapat dari Google map
A: JAKARTA
B: WADUK JATILUHUR

Lihat Peta Lebih Besar

Mudah mudahan semua anggota TRIDEC bisa ikut pada Touring kali ini

salam TRIDEC

Touring Road To Cibodas Video

upload by Riri

Administrasi TRIDEC

 
 
 
 
 
 
Dear ALL,
Untuk Kepntingan Pendataan Keanggotan Dimohon untuk mengirimkan data pribadi seperti format di bawah ini ke email :

tridec12@yahoo.co.id

Nama :
Panggilan:
Tempat & Tanggal Lahir:
Alamat :
Jenis Kelamin :   (laki-laki)/(perempuan)
Telp. Hp Dan Rumah :   (02188698xx,08198790878)
Status Pernikahan :   (Menikah) / (single)
Kendaraan :  (Yamaha Jupiter Z, B8869XCD)/(Boncenger's)
Status Di TRIDEC :  ex ( Pengurus, Humas ) / ( Anggota )



Di mohon Di kirimkan secepatnya. Atas Perhatian dan kerja samanya saya ucapkan Terima kasih

Humas
Dedy Black

Road To Cibodas 13-15 July 2012 Photo Slide show

Tridec Slide Show Photos

Touring Road To Cibodas 13-15 July '12


Dedy say:

Atas Nama Pribadi dan TRIDEC ( Teknologi Informasi Rider Community ) Mengucapkan Terima Kasih yang sebesar2nya kepada Rekan-Rekan Pengurus dan ANggota, atas terlaksananya Touring Road To Cibodas 13-15 July '12 dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1433H sekaligus Raker Pembahasan AD & ART Kepengurusan dan Keaggotaan.

txs
Rgds
HUMAS TRIDEC

Kode/Touring Signal Selama Dalam Barisan

Kode atau Touring Signal selama dalam barisan:

1. Tangan KIRI Mengacungkan angka 1 (dengan Jari Telunjuk)
Barisan membentuk 1 baris.

2. Tangan KIRI Mengacungkan angka 2 (dengan Jari Telunjuk dan Jari Tengah)
Barisan menjadi 2 baris, dimana motor disebelah kanan dan kiri bersebelahan.

3. Tangan KIRI Mengacungkan angka 2 (dengan Jari Telunjuk dan Jari Kelingking)
Barisan menjadi 2 baris, dimana motor disebelah kanan dan kiri bersebelahan 
tetapi motor sebelah kiri berada didepan motor sebelah kanan.
(selang seling dengan jarak)

4. Tangan KIRI mengepal dan dibuka berulang-ulang diangkat keatas
Saatnya hati-hati, injak rem perlahan.

5. Tangan KIRI mengepal diangkat keatas
Tanda Berhenti.

6. Tangan KIRI Terbuka diarahkan ke samping sebelah Kiri
Menandakan untuk bersiap belok ke kiri.

7. Tangan KIRI Terbuka diarahkan ke samping sebelah Kanan
Menandakan untuk bersiap belok ke kanan.

8. Tangan KIRI mengacungkan Ibu Jari dan Telunjuk
Menandakan untuk mengisi Bensin.
Diarahkan ke samping kiri berarti pomp bensin berada di sebelah kiri.
Diarahkan ke samping kanan berarti pomp bensin berada di sebelah kanan.

9. Kaki KIRI di turunkan
Menandakan ada lubang, trotoar atau halangan di sebelah kiri.

10. Kaki KANAN di turunkan
Menandakan ada lubang, trotoar atau halangan di sebelah kanan.

11. Kaki KANAN-KIRI di turunkan bersamaan
Menandakan jalan bergelombang, rusak atau terdapat polisi tidur.

Sumber: dari berbagai sumber

KOPDAR TRIDEC - 16-03-2012

Salam TRIDEC....

Diinfokan untuk seluruh anggota TRIDEC untuk menghadiri acara KOPDAR rutin yang akan diadakan pada :
Hari :Juma'at
Tanggal : 16 maret 2012
... Jam : 19.00
Tempat : Muara Angke (kumpul dulu di Raden Saleh)
Diharapkan untuk kehadirannya semua anggota untuk lebih mengakrabkan tali silaturahmi diantara kita......
NB: iurannya 20 ribuan yak.......

Salam TRIDEC.....Lihat Selengkapnya

Safety Riding Saat Mengendarai Motor

Yang perlu diperhatikan pada saat mengendarai Motor antara lain :

a. Helmet, termasuk Boncenger
Helm bersertifikat safety sangat dianjurkan. Helmet FullFace atau HalfFace sebaiknya meiliki kaca pelindung.

b. Sarung Tangan
Selain sebagai pelindung, sarung tangan juga berfungsi untuk merekatkan tangan ke grip gas pada saat berkendara. Sebaiknya menggunakan sarung tangan yang memiliki protektor, baik dari serat fiber, carbon ataupun logam.

c. Sepatu
Sepatu yang dipergunakan sebaiknya menutupi mata kaki.

d. Surat-surat kendaraan
SIM dan STNK ini mutlak dibawa pada saat berkendara.

e. Kelengkapan kendaraan
Kaca Spion kanan-kiri dan Plat No depan-belakang. Bagian terpenting dari kelengkapan kendaraan adalah peralatan navigasi seperti lampu sein, lampu depan-belakang dan lampu rem berfungsi dengan baik.

Safety Riding Saat Touring

Yang perlu diperhatikan pada saat berjalan beriring-iringan antara lain :


A. Patuhi Rambu-rambu Lalu-Lintas
Walaupun berjalan beriringan, rambu-rambu lalu-lintas harus tetap dipatuhi karena jalan yang kita pergunakan adalah jalan milik umum.

B. Konsentrasi
Penting sekali karena untuk menjaga agar tidak terjadi kecelakaan.

C. Kode or Touring Signal
adalah menjadi suatu acuan bila berjalan beriring-iringan untuk saling memberitahukan. Kode or Touring Signal selama dalam barisan yang sangat penting agar tidak terjadi kecelakaan beruntun. (selengkapnya baca postingan kode touring saat jalan bersama sama)

D. Jangan Telat kasih Kode or Touring Signal..!!!!

E. Tetap dalam barisan
Bila berjalan beriringan tetap dalam barisan, agar motor laen tidak ikut dalam barisan.

F. Berjalan satu garis lurus
Hal ini penting pada saat memberikan Kode or Touring Signal.

G. Jaga Jarak
Jarak aman adalah 2 detik, dimana dihitung saat kabel gas mulai ditutup. Dalam hal ini jarak minimal untuk kecepatan 40-60 kmpj adalah sekitar 2-4 meter, hal ini sangat penting sekali untuk mencegah kecelakaan beruntun.

H. Berurut
Tidak saling menyalib motor yang berada dalam barisan [tetap pada posisi].

I. Tidak merokok
Hal ini dapat mengakibatkan pengendara motor yang berada di belakang terkena
percikan abu rokok yang masih menyala yang bisa mengakibatkan kecelakaan.

J. Tidak saling berbicara /ngobrol
Disarankan untuk tidak berbicara / ngobrol pada saat berjalan, karena mengganggu konsentrasi berkendara.

K. Sabar dan Ikut Barisan
Di usahakan agar saling bersabar dan ikut terus dalam barisan.

L. Tidak Arogan dan Serabutan
Selama perjalanan tetaplah bersikap sopan dan santun terhadap pengguna jalan lain. Jika ingin membuka jalan ataw ada kendaraan lain yang ikut dalam barisan, nyalakan saja klakson secara berulang kali agar pengendara tersebut keluar barisan.

M. Rapi dan Teratur
Jika Bro semua ingat dan ikut aturan tersebut, apabila di abadikan dengan video kamera akan terlihat rapi dan teratur… dan membuat bro semua ingin ikut touring or city tour terus…