yoyoi

yoyoi

Tridec

Asal mula Tridec terbentuk adalah VIRC ( Valdo IT Rider Community )

Tridec

Road to Ujung Genteng 2011

Tridec

Road to Cibodas 13-15-2012

Tridec

Road to Cibodas 13-15-2012

Tridec

First anniversary TRIDEC @ Ancol Beach

Tridec

First anniversary TRIDEC @ Ancol Beach

Tridec

Tridec Road to Cipanas 28-29 Juni 2013

Tridec

2nd anniversary TRIDEC 2013

Tridec

2nd anniversary TRIDEC 2013 @ Carita beach

Selamat datang di Blog TRIDEC | Welcome to Blog TRIDEC Teknologi Informasi Riders - Community - jangan lupa Tinggalkan Komentar anda :)c
Showing posts with label Motor. Show all posts
Showing posts with label Motor. Show all posts

merawat jok cukup air dan minyak goreng

Tridec - Jok motor setiap hari terkena panas, debu dan gesekan bokong. Ya lama-lama kulit joknya menipis, kusut dan kusam. Makanya dirawat, toh kan mudah, apalagi jok  dari calp spon atau kulit sintetis.

Merawatnya dilarang menyemir jok dengan semir sepatu. Ya iyalah, semir kan item, calana  sampeyan bisa kotor, hehe. Maksudnya, jok yang disemir sepatu saat kena air akan menyebabkan keretakan pada spon jok.

Kimia semir sepatu sifatnya menyatu dengan kulit. Saat kering akan mengeras dan ikut menarik jok. Beda lagi bahan pengilap ban dipakai untuk jok, jangan coba-coba deh. Pantat sampeyan akan licin dan mudah terpeleset saat pengereman, bahaya.

Coba dengan anjuran Andi sang pemilik Andi Jok Sport (AJS). Katanya untuk merawat dan membersihkan jok  motor cukup pakai kain bersih. Lalu, kain dibasahi campuran minyak tanah dan minyak goreng.  “Gosokan lap ini pada permukaan jok, langkah ini sebenarnya telah membuat jok bersih,” jelas Andi yang  markasnya di Jalan M. Kahfi II No. 4 samping perumahan Casamora, Jakarta Selatan.

Campuran minyak tanah dan air tersebut juga bisa mengusir noda pada jok. Caranya hanya menggosokan kain lap pada noda dengan perlahan hingga bersih. Selanjutnya, menjaga jok tetap awet jangan sering-sering dijemur. Usahakan di perkir di tempat teduh- salam Tridec  

sumur: asdasdasd

Pindah gigi di Moto GP


Pindah gigi di Moto GP tentu saja berbeda dengan pindah gigi di motor-motor biasa. Pada Moto GP, gearbox dapat disesuaikan untuk setiap sirkuit sesuai dengan karakteristik sirkuit tersebut. Jumlah giginya ada 6, tapi untuk sirkuit tertentu dimana gigi 6-nya tidak mungkin digunakan maka jumlah gigi yang digunakan hanya 5 saja. Cara pindah gigi pada motor di Moto GP berkebalikan dengan cara pindah gigi di motor laki (6 speed) pada umumnya. Kalau pada motor laki masuk gigi 1 down (diinjak tuas perseneling bagian depannya), sedang 2,3,4,5,6 up (diinjak tuas bagian belakangnya atau dicungkil pada motor sport yang tidak ada tuas bagian belakangnya). Jadi urutan giginya 1,N,2,3,4,5,6.

Pada Moto GP cara pindah gigi dikenal dengan Up Side Down atau Reverse Shift karena berkebalikan. Jadi masuk gigi 1 tuas perseneling dicungkil kebelakang, masuk gigi 2,3,4,5,6 di injak tuas bagian depannya. Pindah gigi dengan Reverse Shift atau terbalik itu tentunya punya alasan khusus, yaitu supaya lebih mudah. Karena saat pada kecepatan tinggi rider Moto GP akan lebih mudah memasukkan gigi dengan cara diinjak bagian depannya daripada dicungkil kebelakang. Sedang saat mau masuk tikungan, ngerem, rider lebih leluasa dan konsentrasi untuk menurunkan gigi dengan mencungkil tuas kebelakang. Jadi konsentrasi pembalap tidak terganggu dengan urusan pindah gigi.

Ada yang khusus saat pindah gigi di Moto GP, yaitu saat masukkan gigi rider tidak usah pakai kopling, langsung injak tuas perseneling saja. Tujuannya supaya saat memasukkan gigi rpm tidak turun, motor tidak kehilangan tenaga. Kalau pakai kopling rpm pasti turun. Jadi waktu memasukkan gigi, pengapian akan mati dalam waktu sepersekian detik ketika tuas perseneling diinjak. Sedangkan waktu menurunkan gigi tuas kopling tetap ditarik. Alasannya lagi-lagi adalah rpm. Karena setiap rider pasti ingin masuk tikungan paling lambat dan keluar tikungan paling cepat. Saat masuk tikungan, rider ngerem, dan menurunkan gigi dengan menarik kopling sambil mempertahankan rpm mesin supaya tetap tinggi. Sehingga saat keluar tikungan motor dapat berakselerasi dengan cepat untuk keluar tikungan tanpa kehilangan tenaga karena rpm turun.

1 Ramadhan 1433 H




TRIDEC mengucapkan Selamat menjalankan Ibadah Puasa 1 Ramadhan 1433 H
Semoga Puasa tahun ini Lancar... amiiiinnnn

Touring Road To Cibodas Video

upload by Riri

Road To Cibodas 13-15 July 2012 Photo Slide show

Tridec Slide Show Photos

Touring Road To Cibodas 13-15 July '12


Dedy say:

Atas Nama Pribadi dan TRIDEC ( Teknologi Informasi Rider Community ) Mengucapkan Terima Kasih yang sebesar2nya kepada Rekan-Rekan Pengurus dan ANggota, atas terlaksananya Touring Road To Cibodas 13-15 July '12 dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1433H sekaligus Raker Pembahasan AD & ART Kepengurusan dan Keaggotaan.

txs
Rgds
HUMAS TRIDEC

Kode/Touring Signal Selama Dalam Barisan

Kode atau Touring Signal selama dalam barisan:

1. Tangan KIRI Mengacungkan angka 1 (dengan Jari Telunjuk)
Barisan membentuk 1 baris.

2. Tangan KIRI Mengacungkan angka 2 (dengan Jari Telunjuk dan Jari Tengah)
Barisan menjadi 2 baris, dimana motor disebelah kanan dan kiri bersebelahan.

3. Tangan KIRI Mengacungkan angka 2 (dengan Jari Telunjuk dan Jari Kelingking)
Barisan menjadi 2 baris, dimana motor disebelah kanan dan kiri bersebelahan 
tetapi motor sebelah kiri berada didepan motor sebelah kanan.
(selang seling dengan jarak)

4. Tangan KIRI mengepal dan dibuka berulang-ulang diangkat keatas
Saatnya hati-hati, injak rem perlahan.

5. Tangan KIRI mengepal diangkat keatas
Tanda Berhenti.

6. Tangan KIRI Terbuka diarahkan ke samping sebelah Kiri
Menandakan untuk bersiap belok ke kiri.

7. Tangan KIRI Terbuka diarahkan ke samping sebelah Kanan
Menandakan untuk bersiap belok ke kanan.

8. Tangan KIRI mengacungkan Ibu Jari dan Telunjuk
Menandakan untuk mengisi Bensin.
Diarahkan ke samping kiri berarti pomp bensin berada di sebelah kiri.
Diarahkan ke samping kanan berarti pomp bensin berada di sebelah kanan.

9. Kaki KIRI di turunkan
Menandakan ada lubang, trotoar atau halangan di sebelah kiri.

10. Kaki KANAN di turunkan
Menandakan ada lubang, trotoar atau halangan di sebelah kanan.

11. Kaki KANAN-KIRI di turunkan bersamaan
Menandakan jalan bergelombang, rusak atau terdapat polisi tidur.

Sumber: dari berbagai sumber

Safety Riding Saat Mengendarai Motor

Yang perlu diperhatikan pada saat mengendarai Motor antara lain :

a. Helmet, termasuk Boncenger
Helm bersertifikat safety sangat dianjurkan. Helmet FullFace atau HalfFace sebaiknya meiliki kaca pelindung.

b. Sarung Tangan
Selain sebagai pelindung, sarung tangan juga berfungsi untuk merekatkan tangan ke grip gas pada saat berkendara. Sebaiknya menggunakan sarung tangan yang memiliki protektor, baik dari serat fiber, carbon ataupun logam.

c. Sepatu
Sepatu yang dipergunakan sebaiknya menutupi mata kaki.

d. Surat-surat kendaraan
SIM dan STNK ini mutlak dibawa pada saat berkendara.

e. Kelengkapan kendaraan
Kaca Spion kanan-kiri dan Plat No depan-belakang. Bagian terpenting dari kelengkapan kendaraan adalah peralatan navigasi seperti lampu sein, lampu depan-belakang dan lampu rem berfungsi dengan baik.